Pisang Coklat (Piscok)




PISANG COKLAT
(PISCOK)


Resep Pisang coklat kulit lumpia oleh Nuryanty Arminareka Perdana ...



Pisang merupakan tanaman yang mudah tumbuh di sembarang tempat dan jenisnya pun bemacam-macam. Untuk jenis pisang tertentu misal pisang raja, pisang ambon, pisang tanduk, pisang kepok ini sangat laku di pasaran. Tetapi untuk jenis pisang tertentu seperti pisang uter ini tidak laku sama sekali padahal rasanya lumayan manis, hanya memang buahnya kecil-kecil.

Pernah suatu saat di kebunku ada pisang uter yang sudah tua dan ada beberapa yang sudah menguning. Rencanaku pisang itu akan aku jua. Kupanggil pedagang ke rumah, “Mas coba lihat pisang itu sudah tua dan sudah ada yang masak lho, “ kataku pada pedagang itu. “ Pisang uter ya Pak,” tanya si pedagang. “ Ndak laku Pak,” lanjutnya. Kemudian pedagang itu pun bergegas pulang. Dalam hatiku ada sesuatu yang sedikit mengganjal, karena di tawar pun tidak. Sambil sedikit menggerutu, “Masak sih nggak laku”, kataku dalam hati.

Kemudian pisang itu aku tebang dan aku bawa pulang. Sesampainya di rumah ku tawarkan pisang hasil panen di kebun kepada anak-anakku. Mereka pun acuh tak acuh, bahkan mencoba mencicipi pun tidak. Akhirnya pisang satu tandan itu ku taruh di belakang rumah. Tiga hari kemudian pisang itu sudah menguning semuanya. Aku berpikir bagaimana pisang itu menjadi bermanfaat dan tidak terbuang percuma.

Aku dengan isteriku mempunyai ide bagaimana kalau pisang tadi di goreng sambil dipenyet terus ditaburi coklat dan dibiarkan meleleh di atas pisang goreng. Setelah beberapa saat pisang goreng itu diangkat dan ditiriskan. Setelah agak dingin pisang goreng dengan coklat itu kami tata di piring dan kami tawarkan ke anak-anak bersama teh panas. “ Apa ini” tanya si kecil. “Piscok Dik,” jawabku. “Piscok, apa itu,” tanyanya lagi. “Pisang coklat Dik,” jawabku. Si bungsu pun mencobanya, “ Wau.. enak sekali, mau lagi akh,” tukasnya. Kedua kakaknya pun menghampiri dan mencoba piscok buatan kami. Dalam sekejap sepiring pisang coklat itu habis tak tersisa. Si kecil berbisik pada ibunya, “ Besuk gorengkan piscok lagi ya Bunda”. Ibunya pun mengangguk-angguk tanda setuju. Leganya hatiku, karena pisang yang awalnya disia-siakan dan bahkan tidak laku dijual, sekarang disukai dan bermanfaat. Terima kasih piscok.



Agus Purwadi
SMP N Ponjong

Comments

Post a Comment