Pisang Coklat (Piscok)
PISANG COKLAT
(PISCOK)
Pisang
merupakan tanaman yang mudah tumbuh di sembarang tempat dan jenisnya pun
bemacam-macam. Untuk jenis pisang tertentu misal pisang raja, pisang ambon,
pisang tanduk, pisang kepok ini sangat laku di pasaran. Tetapi untuk jenis
pisang tertentu seperti pisang uter ini tidak laku sama sekali padahal rasanya
lumayan manis, hanya memang buahnya kecil-kecil.
Pernah
suatu saat di kebunku ada pisang uter yang sudah tua dan ada beberapa yang
sudah menguning. Rencanaku pisang itu akan aku jua. Kupanggil pedagang ke
rumah, “Mas coba lihat pisang itu sudah tua dan sudah ada yang masak lho, “
kataku pada pedagang itu. “ Pisang uter ya Pak,” tanya si pedagang. “
Ndak laku Pak,” lanjutnya. Kemudian pedagang itu pun bergegas pulang. Dalam
hatiku ada sesuatu yang sedikit mengganjal, karena di tawar pun tidak. Sambil
sedikit menggerutu, “Masak sih nggak laku”, kataku dalam hati.
Kemudian
pisang itu aku tebang dan aku bawa pulang. Sesampainya di rumah ku tawarkan
pisang hasil panen di kebun kepada anak-anakku. Mereka pun acuh tak acuh,
bahkan mencoba mencicipi pun tidak. Akhirnya pisang satu tandan itu ku taruh di
belakang rumah. Tiga hari kemudian pisang itu sudah menguning semuanya. Aku
berpikir bagaimana pisang itu menjadi bermanfaat dan tidak terbuang percuma.
Aku
dengan isteriku mempunyai ide bagaimana kalau pisang tadi di goreng sambil dipenyet
terus ditaburi coklat dan dibiarkan meleleh di atas pisang goreng. Setelah
beberapa saat pisang goreng itu diangkat dan ditiriskan. Setelah agak dingin
pisang goreng dengan coklat itu kami tata di piring dan kami tawarkan ke
anak-anak bersama teh panas. “ Apa ini” tanya si kecil. “Piscok Dik,”
jawabku. “Piscok, apa itu,” tanyanya lagi. “Pisang coklat Dik,” jawabku.
Si bungsu pun mencobanya, “ Wau.. enak sekali, mau lagi akh,” tukasnya.
Kedua kakaknya pun menghampiri dan mencoba piscok buatan kami. Dalam sekejap
sepiring pisang coklat itu habis tak tersisa. Si kecil berbisik pada ibunya, “
Besuk gorengkan piscok lagi ya Bunda”. Ibunya pun mengangguk-angguk tanda
setuju. Leganya hatiku, karena pisang yang awalnya disia-siakan dan bahkan
tidak laku dijual, sekarang disukai dan bermanfaat. Terima kasih piscok.
Agus
Purwadi
SMP
N Ponjong
Mohon komentarnya..
ReplyDeleteMohon komentarnya..
ReplyDelete