Solusi Untuk Menulis Cepat dan Tepat
SOLUSI UNTUK MENULIS CEPAT DAN TEPAT
Bersama : Catur Nurochman Oktavian

Menulis merupakan kata
sederhana yang mudah untuk ditulis atau diucapkan. Tetapi menulis menurut kamus
besar bahasa Indonesia adalah melahirkan pikiran atau perasaan (seperti
mengarang, membuat surat) dengan tulisan. Menulis berarti menuangkan isi hati
si penulis ke dalam bentuk tulisan, sehingga maksud hati penulis bisa diketahui
banyak orang melalui tulisannya. Kemampuan seseorang dalam menuangkan isi
hatinya sangatlah berbeda dan sangat dipengaruhi latar belakang penulisnya dan
tidak jarang seseorang kadang merasa ragu dan tidak percaya diri dalam menulis.
Pembelajaran pada
kesempatan kali ini kita didampingi Bapak Catur Nurochman Oktavian. Beliau
adalah Ketua Departemen Litbang PB PGRI. Materi yang akan kita bahas malam ini “menulis
cepat dan tepat di media luring dan daring”. Pertama yang disampaikan, kita
harus kalahkan dulu dua musuh utama dalam menulis. Apa itu musuh utamanya?
Yaitu rasa takut dan malas. Dua musuh utama yang harus kita kalahkan agar dapat
memulai menulis cepat dan tepat di media massa luring atau daring
Takut tulisannya jelek,
takut dicela, takut tulisannya sudah basi, dan takut takut lainnya. Ini yang
menghambat kita dalam memulai sebuah tulisan. Setiap penulis yang baik tentu
tidak membutuhkan “mood”. Tidak ada alasan tidak menulis, karena tidak
ada mood. Mood harus disingkirkan dari benak Anda jika menghambat kerja otak dalam
menulis. Bayangkan Anda seorang yang bekerja menghasilkan tulisan seperti
wartawan, kolumnis, dan redaktur majalah. Jika mereka bekerja mengandalkan
mood, tentu karirnya akan tamat seketika.
Isaac Asimov, seorang
penulis fiksi ilmiah yang memiliki reputasi bagus, mengakui bahwa cara ia
menulis adalah “simpel dan apa adanya”. Menulis hal yang aktual dan sesuai
dengan gaya selingkung media yang akan dituju, menjadi kunci sebuah tulisan
diterbitkan. Seperti dikatakan Asimov tadi, seorang penulis yang baik, maka ia
dapat menulis dengan cepat. Perlu diingat, bahwa setiap orang yang mampu
mengerjakan sesuatu dengan baik, maka ia dapat melakukan lebih cepat
dibandingkan orang yang tidak bekerja secara baik.
Menulis adalah sebuah
kecakapan atau keterampilan. Bila Anda menguasai secara detail pengerjaan tulis
menulis, maka kecakapan itu akan berbanding lurus dengan kecepatan pengerjaan. Menulislah
dengan simpel dan apa adanya mengandung maksud, jadilah dirimu sendiri ketika
menulis. Bagaimana caranya menemukan gaya atau menjadi diri sendiri ketika
menulis. Tentu dengan perbanyak menulis dan membaca untuk mempelajari gaya
tulisan orang lain atau copy the master. Jangan paksakan diri dengan menulis
sesuatu yang berlebihan di luar gaya Anda.
Kalau suka traveling, tuliskan
kisah perjalanan Anda. Tentu Anda akan lebih mudah menuliskan sesuatu yang
disukai. Tuturkan segala yang ada secara sederhana dengan cara Anda. Salah satu
yang membuat seseorang tidak mampu menghasilkan tulisan yang baik adalah karena
mencoba memasukkan kata atau kalimat yang membuat pembaca tidak paham pesan apa
yang dimaksud dalam tulisan itu.Menulis itu untuk dibaca. Oleh karena itu,
pesan dalam tulisan harus jelas dapat dipahami oleh pembaca.
Jika menulis dengan
kalimat yang tidak simpel, maka tujuan pesan Anda dalam tulisan tidak
tersampaikan. Bahkan hanya membuat kening pembaca berkerut. Menulislah seperti
berbicara. Ketika berbicara kepada teman, tentu tidak ada keinginan Anda
menggelembungkan kata atau kalimat dengan bahasa yang berlebihan. Ketika
berbicara kepada orang lain, tentu sedapat mungkin menggunakan bahasa yang
dapat mudah dipahami. Awalnya saya suka menulis lirik lagu dan puisi lalu
menulis artikel populer, cerita anak, karena dulu pernah menjadi guru TK juga.
Menulis keseharian perilaku anak didik di prasekolah sungguh menggemaskan dan menyenangkan.
Mengapa Anda masih ragu
menghasilkan draf tulisan yang pertama? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek,
karena Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Setiap media
memiliki gaya selingkung masing-masing sesuai kebijakan redaksinya. Misalnya,
kita perlu mengetahui, berapa jumlah kata dalam artikel yang bisa dimuat di
media itu, dan aturan penulisannya atau rubrik apa saja yang tersedia di media
tersebut. Tidak usah kuatir tulisan kita ditolak dan dianggap jelek. Perbaiki
lagi kekurangannya, dan terus kirim lagi.
Banyak faktor mengapa
tulisan tidak diterima redaksi. Mungkin tulisan tidak aktual? Atau space dalam
edisi penerbitan sudah penuh. Setelah mendapatkan sharing dari saya di atas,
mengapa masih ada keraguan menghasilkan draf tulisan? Biarkan tulisan yang dihasilkan jelek, karena
Anda masih punya banyak waktu untuk memperbaiki draf tersebut. Draf tulisan
yang jelek masih dapat diperbaiki daripada tidak ada draf sama sekali.
Lantas bagaimana mengatasi
rasa takut menulis? Ya dengan menulis. Menulis saja terus menerus. Kalahkan
rasa takut bahwa tulisan pertama kita jelek. Lebih baik menghasilkan tulisan
yang buruk (dapat diperbaiki) daripada tidak menghasilkan sebuah tulisan (ini
tidak dapat diperbaiki). Memang harus mengelola konsentrasi yang efektif dengan
melakukan yang Anda sukai. Lakukan pekerjaan yang Anda cintai. Gairah dan fokus
pada sesuatu yang kita sukai, cintai akan lebih tinggi dibandingkan sesuatu yang
kita tidak sukai. Maka menulislah dari sesuatu hal kecil yang Anda sukai. Fokus
pada sesuatu yang kita senangi, akan menambah motivasi kita lebih baik.
Dalam menulis memang ada
kalanya tidak selesai langsung. Apalagi ketika writer's block itu
datang. Agar tetap konsisten, maka kita dapat membaca tulisan tulisan orang
lain yang sejenis atau dari buku bacaan sebagai referensi. Sehingga ada ide-ide
yang kita bisa gali lebih lanjut. Yang jelas dalam menulis dilarang keras
plagiat. Mengambil begitu saja karya orang lain tanpa dicantumkan sumbernya.
Ini yang dilarang. Tapi kalau mengembangkan ide dari tulisan orang lain,
sah-sah saja.
Penulis yang baik
biasanya adalah pengamat yang baik. Bagi yang suka mendengar atau kecerdasan
audionya lebih, maka ketika mendengar sesuatu, maka siapkan catatan. Catat poin
penting yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Atau pembicaraan direkam,
kemudian barulah dituliskan. Banyak jalan menuju roma, banyak cara untuk
menghasilkan karya. Maka jangan pernah takut untuk mencoba dan ingatlah kata
bijak yang dapat memotivasi kita : “Lebih baik membuat tulisan yang buruk
sehingga dapat diperbaiki, daripada tidak menghasilkan tulisan”.
Agus
Purwadi
SMP
N 4 Ponjong
Sungguh memotivasi diriku, mohon saranya..
ReplyDelete