Mie Ayam Bakso





Cara Membuat Mie Ayam Warna-warni yang Sehat dan Lezat 


Hari selasa dua minggu yang lalu aku mengajar sampai jam 14.00, kebetulan sesuai jadwal aku mengajar 8 jam pelajaran. Sekolah setiap hari rutin menyiapkan minum, tapi tanpa snack. Kebetulan paginya aku masih sempat untuk sarapan pagi meskipun agak tergesa-gesa karena bangun kesiangan. Ditambah rutinitas pagi di rumah juga ikut memperparah keadaan. Aku pun bergegas ke sekolah dan harus mengantarkan si bungsu ke sekolahnya terlebih dahulu.

Sesampainya di sekolah aku baru sadar bahwa aku lupa tidak membawa bekal untuk makan siangku. Tapi aku masih sempat membawa bekal air minum untuk tambahan jika di sekolah tidak mencukupi. Bel tanda usai pembelajaran pun terdengar dengan nyaring, senyapa dengan itu terdengar pula suara perutku yang sudah mulai keroncongan. Karena saat bel tanda istirahat siang aku hanya sempat minum air putih bekal yang ku bawa dari rumah tadi dan sholat dhuhur.

Setelah sampai di ruang guru, beberapa temanku sudah menungguku untuk ikut pesan makan siang di warung selatan sekolahku.
“Kamu mau pesan apa ini,” tanya temanku.
“Pilihannya apa saja, “ tanyaku balik.
“ Ada bakso, soto, mie ayam dan dan mie ayam bakso,” jawab temanku.
“OK, aku mie ayam bakso aja,” jawabku singkat.
Kemudian temanku menghubungi si pedagang melaui telepon. Setengah jam kemudian pesanan kami pun diantar ke sekolah. Teman-teman lalu  dan mengambil makanan sesuai dengan pesanannya.

Sejurus kemudian ku ambil pesananku semangkuk mei ayam dengan sawi hijau dan taburan kecambah kacang hijau yang masih segar. Lalu ku tambah dengan saus tomat berwarna orange cerah, kecap manis dan sambal satu sendok makan. Lengkaplah sudah sajian mei ayam bakso pesananku, menggugah nafsuku untuk segera menyantapnya. Paduan kuah dengan bumbu ayamnya, ditambah ramuanku terasa pas dan lezat dilidah. Kecambah dan daun bawang mentah yang ditaburkan diatasnya serta daun sawi hijauyang segar  menambah cita rasa tersendiri. Masih ditambah bakso kenyal berurat yang nikmat menambah sempurna mie ayam pesananku ini.

Pedasnya rasa sambal dan daun bawang nendang habis dimulutku dan tak terasa keringat ku pun mulai bercucuran. Sesekali ku ambil tisu untuk mengelap peluhku yang semakin menjadi-jadi ditambah panasnya siang itu. Tak sampai dua puluh menit, ku habiskan mie ayam bakso itu. “Huh..sungguh luar biasa, “ gumamku. Mulutku masih terasa pedas dan keringat pun terus mengalir deras, minumanku pun habis terkuras. Dan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 15.00, sudah saatnya untuk pulang. Sembari bersiap-siap pulang, ku selipkan do’a untuk keselamatanku sampai di rumah dan semoga esok hari masih diberi waktu kembali hadir di sini untuk menjemput sebuah asa.



Agus Purwadi
SMP N 4 Ponjong



Comments

Post a Comment