Cara Menulis dan Menerbitkan Buku
CARA MENULIS DAN MENERBITKAN BUKU

Menulis
sebagaimana yang sudah penulis sampaikan sebelumnya merupakan sesuatu yang
sulit, menantang tetapi sebenarnya mengasyikkan. Meskipun sulit dan menantang
pasti akan menjadi sesuatu yang luar biasa apabila tulisan kita bisa
diterbitkan menjadi sebuah buku. Dan untuk diterbitkan menjadi sebuah buku
memang bukan sesuatu yang mudah perlu kesungguhan, kesabaran dan terus
berlatih. Selain itu perlu banyak membaca literatur yang mendukung dan konsultasi
serta pendampingan ahlinya.
Pembelajaran
ke-18 kali kita ditemani Bapak Edi S. Mulyamta, S.Si, M.T. Publising Consutant di
Penerbit Andi Yogyakarta. Pada awal pembelajaran Beliau menyampaikan bahwa saat
ini penerbitan sedang betul-betul di uji ketahanannya, terutama kondisi terkini
di outlet penerbitan tutup karena pandemi yang luar biasa mengubah haluan kami
secara mendadak. Karena memang pandemi ini mempengaruhi semua sektor termasuk
di bidang ekonomi terutama yang berkaitan dengan pekerjaan dan ketenagakerjaan.
Padahal darah penerbitan adalah karya tulis dari penulisnya, dimana dari karya
tulis tersebut dapat diubah menjadi sebuah media buku yang dapat dinikmati
pembacanya melalui outlet-outlet pemasaran baik toko buku, kampus, sekolah, dan
pembaca secara langsung
Setiap penerbit telah
dipercayakan ISBN dari perpustakaan nasional, sebagai penanda setiap
terbitannya, dan dinaungi di bawah IKAPI sebagai lembaga yang ditunjuk
pemerintah untuk mewadahi setiap penerbit di luar penerbit kampus. Penerbit di
bawah IKAPI secara alamiah memilih jalur masing-masing sesuai passionnya dalam
menerbitkan buku. Dan sebagai penulis, sebaiknya memahami ciri khas terbitan
setiap penerbit. Tentunya bertujuan agar tulisannya sesuai dengan misi penerbit
tersebut. Walaupun ada penerbit yang dapat menerbitkan segala tema di setiap
terbitannya. Penulis dapat mengirimkan usulan dan proposal terlebih dahulu
untuk menjajagi apakah jalur tulisannya sudah sesuai dengan visi dan misi
penerbitan belum. Hal ini untuk menghemat waktu dan biaya dalam memersiapkan
tulisannya.
Setiap penerbit,
mempunyai SOP dalam memilah, memilih tulisan untuk dijadikan komoditas
industri, dengan tujuan utama tentunya adalah terbitannya dapat terserap di
pasar dengan cepat. Penerbit mempunyai peta pasar yang dia rekam dari outletnya, sehingga instink penerbitan yang telah lama bergelut di bidangnya akan
semakin terasah. Dari melihat judul, outline, dan siapa penulis, terkadang
penerbit dapat memproyeksikan pasar buku yang menjadi sasarannya.
Kunci pertama bagi
penulis adalah pemilihan judul yang baik, pasar sasaran yang akan dituju,
kemudian lakukan sedikit riset pesaing, sehingga dapat dengan gamblang
ditawarkan ke penerbit. Apalagi tema yang ditulis tersebut ternyata tema yang
baru, perlu tambahan data riset kecil yang tidak gampang untuk memengaruhi
penerbit dan memang penerbit lebih cenderung mencari tema yang secara data
pemasaran sudah ada. Sehingga gambling dalam membiayai penerbitannya memunyai
risiko yang semakin kecil untuk tidak terserap di pasar.
Tulisan yang telah dibuat
kirimkan ke beberapa penerbit, apabila penulis belum berpengalaman bekerjasama
dengan penerbit. Penerbit akan menyeleksi tulisan, dengan beberapa
pertimbangan. Paling banyak porsi pemasaran sebagai pertimbangan utamanya.
Berikan sedikit penjelasan pasar sasaran, dengan data-data angka akan lebih
menarik. Sebagai contoh, saat ini buku yang sangat dicari adalah buku tentang
Covid-19. Cari secepatnya apa, bagaimana, virus tersebut. Apakah buku yang kita
tulis betul-betul mempunyai manfaat pada
pembaca.
Pesaing buku apakah sudah
ada apa belum. Penulis perintis pertama biasanya dapat menikmati pasar awal
yang cukup menarik. Biasanya tulisan pertama memunyai kualitas yang belum baik,
akan tetapi mengejar momen yang cukup
bagus. Penulis follower biasanya mempunyai penyajian materi yang lebih
baik akan tetapi terkadang menikmati
pasar sisa dari para penulis perintis. Penulis perintis effort awal lebih banyak,
dan terkadang mempunyai risiko tidak laku juga besar. Penerbit akan sangat
tergantung dari tawaran awal dalam proposal dalam menentukan penerbitannya.
Poposal buku akan semakin
sempurnya, jika penulis telah melakukan proses tulisan bukunya minimal 50% dari
rencana keseluruhan. Supaya proses penyelesaian tulisannya tidak terlalu lama.
Penerbit biasanya memberikan waktu yang beragam untuk menyelesaikan tulisan
tersebut. Banyak penulis yang menebar proposal banyak, akan tetapi finishing
tulisannya lambat. Hal ini akan menghambat proses produksi bukunya, sehingga
terkadang penerbit akan memilih tulisan yang lebih dahulu selesai. Hal inilah
diperlukan manajemen waktu penyelesaian tulisan penulis, supaya dapat segera
diproses di penerbitannya.
Proses penerbitan cuku
panjang waktunya, dari administrasi penerbitan awal, editing, setting layout,
desain c over, dan proses produksi. Tanpa ada antrian proses penerbitan buku
memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan paling lama. Yang membuat lama
adalah proses antrian, baik dari sisi penulis maupun beberapa bagian di
penerbitan. Pada proses administrasi penerbitan, yang perlu dipersiapkan
adalah: Kelengkapan naskah, dari Judul-Sub Judul, Nama Pengarang, Kata
Pengantar, Prakata, Daftar Isi, Bab, hingga Sinopsis. Penulis harus jeli
melengkapi hal demikian, karena biasanya sebelum lengkap, proses selanjutnya
tidak akan dijalankan.
Proses editing, akan
terbantukan dengan pengetahuan ejaan, pemilihan kata, kalimat, paragraf hingga
hirarki bab yang baik dari penulis. Kelemahan penulis biasanya tidak clear saat
menentukan hirarki bab, paragraf, kalimat, kata, dan pemilihan fontasi. Editor
akan membantu hal tersebut, akan tetapi apabila penulis telah menata dengan
baik, maka kerja editor akan lebih fokus ke dalam bagaimana memilih efektifan
kalimat, dan struktur bab yang baik.
Setting layout juga
mempunyai peranan yang penting, karena menentukan ukuran buku, jumlah halaman,
dan keindahan halaman per halaman. Titik krusial ada di sini, karena dengan
pengaturan halaman yang baik, makan harga buku akan dapat efektif di tentukan. Harga
buku yang menarik, akan cukup memengaruhi pembeli dalam memutuskan akan
menikmati buku tersebut atau meninggalkannya.
Desain cover, juga
memunyai peranan strategis dalam sebuah buku. Apalagi tipikan pembeli buku di
Indonesia adalah didasarkan dari keindahan dan seberapa menarik cover buku. Tipikal
pembaca buku di indonesia adalah, sight seeing, sehingga cover sangat penting
sekali dalam pemasaran buku. Setiap penerbit mempunyai data juga bagai mana
cover yang menarik, dan terbukti mendongkrak pemasaran. Saat proofing, penulis
sebaiknya memberikan beberapa perbaikan ide untuk lebih memperkuat pasar buku
yang ditulisnya.
Kerjasama yang baik dari
penulis, dan pengetahuan data dari penerbit akan dapat menentukan keberhasilan
tulisan untuk terserap di pasar.Akan tetapi dari pengalaman kami, tidak ada
buku Best Seller yang By Design. Artinya, banyak buku Best Seller di Indonesia,
terkadang karena karunia semata. Jadi jangan takut menawarkan tulisan anda ke
penerbit, karena pada dasarnya penerbit juga trial and error
dalam menerbitkan bukunya. Hanya pengalaman, dan intuisi terkadang membantu
untuk menghindari kerugian akibat terbitannya tidak laku di pasar.
Lantas muncul beberapa
pertanyaan, diantaranya :
Apa
yang harus disiasati oleh penulis pemula, dalam melakukan tambahan data riset
kecil yang berguna untuk memengaruhi penerbit agar mau menerbitkan buku
tersebut?
Riset pasar yang
dilakukan pertama kali paling penting, siapa sasarannya. Buku sekolah pasarnya
sangat besar sekali, di banding buku masak. Kemudian pesaing, buku dengan pasar
besar pesaingnya banyak, nah ini perlu strategi pemosisian kedalaman materi.
Apakah buku kita lengkap, atau hanya buku pengayaan. Perlu diputuskan segera,
supaya tidak terjadi tabrakan materi buku dengan pesaing.
Strateginya, saat menulis
proposal, materi buku harus sebaian besar telah tertuliskan baik dalam bentuk
draft atau masih outline detail. Sehingga waktu penyelesain dari usulan ke
naskah lengkap tidak terlalu lama, untuk mengejar momen. Usulkan beberapa bab
yang telah di tulis sebagai tambahan informasi ke penerbit, sehingga penerbit
akan tahu gaya tulis penulis tersebut.
Apakah
aturan dan tata letak penulisan untuk buku
bisa diterbitkan, atau pedoman penulisan buku yg dipersyaratkan oleh
penerbit Andi.
Aturan tata letak
biasanya mengikuti aturan internal kami, dan untuk buku pendidikan mengikuti
aturan-aturan yang ada disesuaikan dengan tingkat jenjang pendidikan. Ada
bebeapa aturan fontasi, jenis gambar, jenis illustrasi yang harus dipenuhi
untuk terbitan buku pelajaran. Selain itu aturan tata letak biasanya diatur
secara internal penerbitan, mengikuti tema buku yang diusulkan.
Penulis dapat memberikan
kisi-kisi tata letak yang diinginkan, misalnya jenis huruf, kolom, text book,
atau side note dan lain-lain. Kemudian akan diterjemahkan oleh desainer layout
kami untuk disesuaikan dengan mesin-mesin cetak. Sebelum cetak, biasanya
penulis akan diminta melakukan proofing materi, sebelum diproduksi massal.
Apakah
naskah utk kategori motivasi, yang
dipadukan dengan gambar, termasuk naskah yang bisa diterbitkan oleh penerbit Andi ?
Buku motivasi, cukup
menarik semua penerbit. Akan tetapi tergantung kreativitas penulis dalam
memaparkan ide-idenya. Buku motivasi yang baik pasarnya, memang melekat pada
nama-nama terntentu di Indonesia. Dulu ada Mario Teguh, di mana bukunya luar
biasa tanggapan pembacanya. Tung Desem Waringin, sangat fenomenal. Akan tetapi
ternyata buku-buku motivasi tidak pernah surut terbitannya. Terbukti buku
motivasi-motivasi berbasis agama, menjadi trend yang luar biasa. Kreativitas
penulis menjadi tumpuan utama buku motivasi, sehingga jangan ragu-ragu
brainstorming dengan pnerbit untuk menerbitkan buku motivasi di Indonesia. Cari
peluang-peluang baru saat Pandemi Covid-19 yang memorak porandakan motivasi
kita... ini lahan yang luar biasa untuk membuat buku motivasi.
Dan ternyata memang untuk
membuat sebuah buku dan diterbitlah bukanlah sesuatu yang mudah. Namun tentunya
hal ini menjadikan motivasi kita bersama untuk tetap berusaha menulis apapun
bentuk dan jenis tulisannya. Karena banyak faktor yang mempengaruhi diterima
atau tidaknya tulisan kita dan laku atau tidaknya. Satu kalimat kuncinya jangan
takut untuk menawarkan tulisan anda kepada penerbit.
Agus
Purwadi
SMP
N 4 Ponjong
Comments
Post a Comment