Peyek Kacang Kebanggaanku
Peyek Kacang Kebanggaanku

Pelaksanaan Belajar Di Rumah (BDR)
merupakan solusi pembelajaran pada saat pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) di wilayah kami. Semua guru dan
siswa harus belajar di rumah. Hal ini untuk mengurangi atau membatasi aktifitas
di luar rumah untuk memutus pemaparan coronavirus. Jadi sebenarnya tujuan BDR
agar semua tetap di rumah, sejalan dengan himbauan pemerintah tentang social distancing dan physical distancing tetapi diharapkan juga
tetap harus belajar baik teori maupun praktik.
Salah satu tugas yang diberikan
oleh guru prakarya kepada anakku adalah membuat salah satu olahan sederhana
dengan bahan baku yang tersedia di rumah. Dia pun segera mencari bahan-bahan
yang ada di dapur. Dia menemukan kacang tanah, tepung beras, telur dan bumbu
dapur. Setelah mendapatkan bahan-bahannya, kemudian dia browsing berbagai macam olahan yang menggunakan bahan-bahan tersebut. Aku hanya memperhatikan saja apa
yang dia lakukan. Itulah anak jaman now yang segera mencari informasi yang
dibutuhkan lewat internet dan sangat berbeda dengan masa kecilku dulu.
Beberapa saat kemudian dia
menemukan olahan peyek kacang yang bahan bakunya seperti yang dia temukan.
Segera dia browsing lagi tentang tutorial cara membuat peyek. Aku pun hanya
mengamati tanpa komentar dan hanya mengangguk-angguk pelan, memang sudah beda
jamannya. Sambil melihat video tutorial itu, dia mulai mempraktekkan langkah
demi langkah cara membuat peyek kacang. Mulai dari menyiapkan adonannya (tepung
beras ditambah bumbu dapur, telur, daun jeruk dipotong kecil-kecil dan diberi
air secukupnya) , memotong-motong kacangnya, sampai mempraktikan bagaimana cara
menggorengnya.
Dia mencoba menuangkan adonan yang
sudah dicampur kacang ke dalam wajan secara perlahan. Setelah agak lama, peyek
kacang itu diangkat. Ternyata hasilnya peyek tadi menggumpal dan keras ketika
di makan. Dia ulang lagi tutorial cara membuat peyek tadi, mulai adonannya,
bumbunya dan cara mencampurkan kacang, semuanya sudah benar. Dia coba
memasukkan lagi adonan tadi ke dalam wajan, setelah diangkat hasilnya masih
saja mirip dari hasil yang pertama. Dia coba yang ketiga, kali ini cara
memasukkan adonannya tidak pada satu tempat tetapi agak diperlebar atau sedikit
ditarik. Dan hasilnya luar biasa, peyek kacangnya renyah dan gurih.
Aku lihat ada sedikit senyuman
dibibirnya dan matanya berbinar, ada rasa puas dihatinya atas hasil yang dia
usahakan. Meskipun wajahnya penuh keringat dan penuh goresan-goresan putih bekas
adonan yang sudah kering , karena terkadang tanpa sengaja ketika dia menghapus
keringat di wajahnya tapi tanganya ada adonan yang menempel. Melihat keberhasilan
dia meskipun hanya sederhana, aku pun ikut tersenyum dan merasa haru. Tanpa
sadar air mata ini telah memenuhi kelopak matanya dan hampir tumpah. Dalam hati
aku berbisik,” Ayah bangga padamu Nak”.
Semoga dirimu selalu diberi kemudahan dan kesuksesan hingga kelak dikemudian
hari.
Agus
Purwadi
SMP
N 4 Ponjong
Peyeknya silahkan dirasakan teman..
ReplyDeletesebuah foto peyek kacang bisa menjadi tulisan yg menarik dan enak dibaca, terima kasih ya
ReplyDeleteMakasih Om Jay dan Pak Edsa atas kunjungannya
ReplyDelete