Karya Inovasi dan Kualitas Diri
KARYA INOVASI DAN KUALITAS DIRI
Bersama : Tri Agus Cahyono, M.Pd
Juara I Inobel Tingkat Nasional 2016

Lokasi
sekolah yang terpencil, tandus dan prasarana yang jauh dari memadai, tidak
menghalangi sosok guru muda yang luar biasa ini untuk tetap berprestasi.
Keterbatasan yang ada di lingkungan sekolahnya menjadikan Beliau kreatif dan
berinovasi dengan fasilitas yang ada. Beliau begitu gigih meskipun jarak rumah
ke sekolah lumayan jauh sekitar 31 Km, dijalani dengan penuh semangat. Dukungan
teman-teman sejawatnya juga menjadi faktor penting dalam mengembangkan
inovasinya. Dialah Bapak Tri Agus Cahyono, M.Pd, seorang guru di SD Negeri
Belik Tepus, Kecamatan Tepus Kabupaten Gunungkidul.
Dalam
kegigihan dan ketekunannya, Beliau telah mendapatkan berbagai penghargaan
sebagai berikut:
1.
Guru Berdedikasi Daerah Khusus TK. Nasional Tahun 2016;
2.
Juara I Perlombaan Karya Inovasi Pembelajaran TK. Nasional Tahun 2016 kategori
MIPA;
3.
Penghargaan Short Course ke Jepang Tahun 2017;
4.
Finalis Olimpiade Guru Nasional (OGN) TK. Nasional Guru Kelas SD Tahun 2018.
5.
Finalis Guru Berdedikasi TK Nasional SD 2019
Pembelajaran
ke-13 ini kita akan belajar bersama Bapak Tri Agus Cahyono, M.Pd. Sesuai tema
yg diambil yaitu"Karya Inovasi & Kualitas Diri". Pada hakikatnya
sebuah karya inovasi adalah puncak dari proses belajar seseorang. Sesuai
taksonomi Bloom yg telah direvisi oleh Krathwoo, ada 6 tahapan berfikir
kognitif:
1.
Mengingat (C1)
2.
Memahami (C2)
3.
Menerapkan (C3)
4.
Menganalis (C4)
5.
Mengevaluasi (C5)
6.
Menciptakan (C6)
Dalam
taksonomi tersebut Karya inovasi adalah sebuah tahapan puncak dari proses
berfikir. Jadi ketika kita menginginkan sebuah karya inovasi yang baik, maka
kita tidak boleh melewati tahapan2 tersebut. Jangan sampai kita berinovasi
tapi:
1.
Tidak tahu ilmunya
2.
Tidak paham maksudnya
3.
Tidak pernah menggunakan
4.
Tidak bisa menganalisis bagian2nya
5.
Tidak bisa menilai kelebihan dan kekurangannya
Jadi intinya jika anda
ingin menciptakan karya inovasi maka anda harus belajar menguasai materi
keilmuan dari karya tersebut. Ketika final lomba Karya Inobel yg dinilai bukan
sekedar bagaimana karya tersebut atau karya tulisnya tetapi yang paling penting
dan lebih utama adalah bagaimana penciptanya/inovatornya yang akan ditelisik
oleh dewan juri melalui presentasi dan tanya-jawab.
Bagaimana
cara kita belajar untuk meningkatkan kualitas diri dan sekaligus menciptakan
sebuah karya inovasi adalah dengan bekerja pada saat mengajar. Ketika kita be- C1
sd C5 ada sebuah ketika puasan, setelah kita belajar, mengingat, memahaminya,
menerapkannya, menganalisisnya, kita pasti mengevaluasinya (kekurangan dan
kelebihan). Disitulah rasa ketidakpuasan akan muncul.Dan daya cipta kita
sebagai manusia ( kreativitas) akan muncul dan memilih bidang yangg akan kita
buat inovasinya. Kuncinya "APIK" (saya kutip dari Pak Arif Edi) :
1.
Asli (jangan menjiplak)
2.
Perlu (benar2 dibutuhkan)
3.
Inovatif
4.
Konsisten
Sekarang saya berikan
contoh karya inovasi kami yg mendapatkan penghargaan inobel 2016. Namanya media
"Planetarium Bekam". Media ini adalah hasil dari ketidak puasan
terhadap media konvensional yg selama ini kami gunakan yaitu globe. Bertahun-tahun
menggunakan globe hasilnya selalu biasa-biasa saja. Anak tidak tertarik/kurang
termotivasi dan prestasi belajar kurang memuaskan. Prestasi kurang lebih
disebabkan kurangnya motivasi. Motivasi rendah lebih disebabkan materi bukan
pada zona motivasi (jangkauan anak). Zona motivasi anak itu adalah sesuatu yg
menantang namun bisa dikerjakan, jika materi terlalu sulit dan terlalu mudah
maka dipastikan anak kurang termotivasi.
Globe
dalam pembelajaran IPA untuk menerangkan materi pergerakan Bumi & Bulan,
anak dipaksa berfikir sangat abstrak. Fungsi media ini adalah mempermudah
observasi. Ketika anak memperbandingkan globe yg diperagakan dengan lampu
senter dan mengakomodasikan dengan kejadian sebenarnya antara Bumi, matahari,
dan bulan sangat sulit. Disinilah ketidakpuasan terhadap globe muncul. Kita
analisis kelebihan dan kekurangan globe dalam menjelaskan materi tersebut. Kelebihannya:
1.
Model yang paling sesuai
2.
Ada di sekolah
3.
Mudah digunakan
Kekurangan:
Tidak
bisa menampilkan bagaimana kenampakan langit dari bumi saat diperagakan. Meskipun
anak kelas 6 sudah mampu berfikir abstrak namun kemampuan tersebut masih
terbatas.
Khusus pada gerak semu
atau bukan gerak sebenarnya anak sangat kesulitan untuk menerima konsep
tersebut. Semisal Gerak semu harian matahari, kita menyampaikan ke anak bahwa
gerak semu harian matahari. Matahari tidak bergerak tetapi yg bergerak adalah
bumi. Kelemahan globe tadi adalah tidak bisa menampilkan bagaimana gerak semu
mataha, sehingga menjadi sulit bagi anak. Maka anak akan lemah motivasinya
untuk terus belajar. Itu kendala yg harus diselesaikan
Untuk menyelesaikan
masalah tersebut, ketika kita merekam video dengan kamera action cam misalnya.
kita menggunakannya dalam kondisi bergerak, sedangkan obyek yang kita shot
tidak bergerak. Maka ketika kita memutar videonya, hasilnya benda yang kita
shot kelihatan bergerak padahal aslinya tidak bergerak dan kamera merupakan
alat optik yang menyerupai kinerja mata. Sehingga saya mempunyai ide memasang kamera
pada globe sebagai pengganti mata kita.Kamera saya hubungkan ke laptop dan saya
hubungkan ke proyektor (LCD) saya sorotkan ke langit2 kelas. Maka jadilah
planetarium bekam (globe berkamera).
Kelebihan
dari sebuah karya bukanlah dari sifat modern atau tradisionalnya tetapi lebih
kepada kebermanfaatan, ide, dan kemudahan untuk digunakan dan direplika oleh
orang lain. Meskipun karya berbasis TIK kelihatan lebih keren tetapi sulit
untuk ditiru dibuat oleh guru lain atau sulit diaplikasikan di daerah-daerah
tertentu maka nilainya akan kurang. Kata kunci dalam membuat karya inovasi adalah
1.
Menemukan baru
2.
Menyempurnakan yang lama
Keterbatasan
adalah kekuatan jadi gunakan hal tersebut untuk menjadi sebab munculnya lebih
banyak ide dan meningkatkan kompetensi. Untuk membuat karya tulis yg layak
lolos uji smiliarity tipsnya
1.
Sedikit mengutip langsung
2.
Gunakan sumber asing terjemahkan sebisanya
3.
Jangan membaca buku sumber / KTI orang lain saat menulis
Dalam
penilaian seleksi inobel adalah seleksi adalah administrasi, karya tulis,
workshop, dan final (display& presentasi)
Pembelajaran
apa yang saya peroleh dari materi pada pertemuan ini adalah
1. Tetaplah
berprestasi dan berinovasi meskipun dalam keterbatasan.
2. Carilah
ide-ide kreatif yang mampu mendukung pembelajaran
3. Teruslah
belajar dan jangan malu berguru pada siapapun
4. Jalin
kerjasama yang harmonis dalam lingkungan sekolah
5. Yakin
bahwa yang kita lakukan sulit pada awalnya, pasti akan manis pada saatnya
Comments
Post a Comment