Combro Singkong
COMBRO SINGKONG
Makanan
sederhana ini terbuat dari singkong yang diparut dicampur garam halus, kemudian
di bagian tengahnya di isi sambal oncom, karena itulah dinamakan combro yang
merupakan kependekan dari oncom di jero (bahasa
Sunda, artinya : oncom di di dalam). Akan lebih sensasi lagi jika sambal
oncomnya ditambah dengan daun kemangi. Setelah itu dogoreng dan disajikan dalam
kondisi masih hangat.
Jajanan
combro banyak disajikan di warung-warung, tetapi kita sebenarnya bisa membuat
sendiri makanan ini. Bahan bakunya hanya singkong dan oncom. Untuk masyarakat
Jogja yang tidak ada oncom, bisa menggantinya dengan tempe biasa yang digoreng
atau dibacem terlebih dahulu. Kemudian dibuat sambal (sesuai selera) dan
ditambahkan daun kemangi. Makanan ini mempunyai rasa yang unik di lidah.
Gurihnya singkong dicampur rasa pedas sambal oncom atau sambal tempe dan rasa
khas daun kemangi menjadi sensasi tersendiri. Apalagi disajikan selagi hangat
dengan ditemani secangkir kopi atau teh
panas di sore hari saat hujan gerimis mengundang, sungguh nikmat sekali
rasanya.
Banyak
orang yang terkadang menyepelekan makanan singkong ini, dianggap tidak modern
atau ketinggalan jaman. Karena sekarang banyak sekali sajian makanan modern
yang siap saji (junk food) dan siap antar bagi mereka. Bahkan makanan yang
dikonsumsi dijadikan mereka sebagai salah satu standar strata sosial seseorang.
Padahal jika dilihat kandungan nutrisinya belum tentu makanan itu lebih baik
jika dibandingkan dengan makanan yang menurut mereka “kuno” tadi. Tetapi
sekarang sudah mulai ada trend di
masyarakat untuk mencari makanan yang lebih alami atau kembali ke alam (back to nature) atau sering mereka sebut
makanan tradisional.
Jika
perkembangan ini berlanjut, maka akan sangat positif. Artinya makanan
tradisional akan menjadi tuan rumah di negaranya sendiri dan tidak “dijajah”
oleh makanan asing. Generasi muda akan mengenal dan mengkonsumsi makanan asli
Indonesia, karena akhir-akhir ini makanan yang mereka kenal dan mereka anggap
modern adalah makanan dari luar negeri. Positifnya lagi, para pedagang makanan
tradisional akan menggeliat dan berkembang dengan baik serta mampu bersaing
dengan makanan modern itu.
Agus
Purwadi
SMP
N 4 Ponjong
Kunjungi dan tinggalkan jejak Anda, Mksh..
ReplyDeleteMantap
ReplyDelete