Balado Jengkol
BALADO JENGKOL
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2581921/original/096976400_1546595825-resep-jengkol-bumbu-balado-pedas.jpg)
Awalnya aku tidak suka
makanan ini, karena baunya sangat khas. Apalagi setalah kita makan terus
paginya kita buang air kecil sungguh khas aromanya. Selain itu penampilan
makanan ini biasa - biasa saja, sehingga membuat diriku tak tertarik sama
sekali dengannya. Sering ibuku mengolahnya dengan digoreng biasa atau direbus
setengah matang, bahkan pernah memakannya dalam kondisi mentah untuk lalapan
dan dicocolkan pada sambal terasi.
Suatu saat ibuku memasak
jengkol dengan bumbu yang lain, aromanya sangat mengundang selera. Dan itu
salah satu makanan favoritku, sambal balado. Biasanya ibuku membuat masakan itu
dengan bahan baku terong ungu atau teri dan petai atau balado ikan asin. Kali
ini ibuku membuat balado jengkol. Awalnya aku hanya mencoba sedikit aja, karena
masih terbayang- bayang image ku selama ini tentang jengkol. Ternyata pikiranku
selama ini tentang jengkol salah 100%. Makanan ini ternyata memiliki sensasi
tersendiri empuk, kenyal dan gurih. Apalagi ketika dibaluri sambal balado yang
manis-manis pedas. Nasi hangat pun sudah cukup ditemani balado jengkol ini.
Teksturnya yang cenderung lunak tapi sedikit kenyal menjadikannya terasa nyiamik di lidah.
Ternyata pandangan mata dan
aroma yang tercium hidung kita, tidak selamanya bernilai benar untuk masalah rasa.
Makanan yang selama ini aku anggap tidak enak, ternyata sangat menggoda lidah.
Ini menjadikan pembelajaran bagi kita, mengapa Allah melengkapi manusia dengan
panca indera. Agar kita menjalani kehidupan ini dengan selalu memanfaatkan
panca indera agar semuanya dapat terasa indah dan menjadikan hidup ini menjadi
lebih hidup.
Agus Purwadi
SMP N 4 Ponjong
Berikan komentar Anda..
ReplyDeleteEndhul surenshul..mantuuuuul
ReplyDelete