Berbagi Pengalaman Menulis Buku

Kiat
Menembus Penerbit Nasional
Di
era milineal kita harus memang harus dikenal, bukan harus menjadi pejabat atau
orang besar. Kita bisa dikenal melalui personal branded dengan menulis.
Sebagaimana yang dilakukan oleh seorang Amir Faisal, yang dulunya Beliau adalah
seorang personal marketing dan mandor sebuah proyek yang tidak berlatar
belakang sebagai seorang penulis atau pendidik. Kemudian menjadi terkenal
melalui tulisannya yang bertajuk Menyiapkan Anak jadi Juara. Sekarang Beliau
bukan saja terkenal sebagai seorang penulis, tetapi sebagai seorang motivator
yang handal.
Di dalam buku Menyiapkan
Anak Jadi Juara itu terinspirasi :
1. Ketika
saya memberikan Motivasi pada anak-anak sekolah, saya merasa ada sesuatu yang
salah. Seharusnya Motivator anak-anak ya Gurunya sendiri. Apalah artinya
kehadiran diri saya yang hanya 4 - 5 jam, dibanding para guru yang membimbing
selama 3 tahun.
2. Saya
membandingkan kedua anak saya, yang
kebetulan yang satu di SMP favorit dan lainnya di SMA runner up
Untuk mempunyai personal branded
maka kita harus menulis buku dan harus diterbitkan oleh penerbit nasional
seperti Gramedia yang sudah punya ribuan outlet se-Indonesia. Karena ketika
kita sudah berhasil menulis di Gramedia maka kita sudah “Ngebrend” di seluruh
wilayah Indonesia. Karena sejelek-jeleknya buku yang kita buat bisa bertahan
minimal 6 bulan. Jika ada sirkulasi atau ada yang membeli maka buku kita akan
diperpanjang lagi 6 bulan ke depan. Tetapi jika tidak ada sirkulasi maka buku
akan didrop. Tetapi ini masih lumayan, jika bukan di Gramedia Goup dan tidak
ada sirkulasi pasti hanya akan bertahan 2 minggu.
Apabila
kita ingin menulis dan diterbitkan di Gramedia perlu kita ketahui bahwa
Gramedia adalah sebuah corporasi bisnis dengan orientasi mereka adalah
menjual atau orientasi pasar. Jika buku kita tidak bisa dijual, maka tidak
menguntungkan Gramedia. Padahal Gramedia harus membayar karyawan, gedung, pajak
dan yang lainnya. Maka penulis yang bersangkutan pasti tidak akan digunakan
lagi. Sehingga ketika kita mau menulis harus memikirkan dua hal :
1. Genre
(sifat genetik sebuah karya) atau passion kita dimana, apakah genre kita
sebagai penulis buku cerita anak, penulis buku pelajaran, penulis novel atau
yang lain.
2. Carilah
gaya atau stile penulisan kita yang disukai pasar. Mestinya kita harus rajin
membaca dan membandingkan tulisan yang laku atau disukai oleh pembaca.
Buku-buku
yang laris atau disukai di Gramedia adalah :
1. Novel
2. Travelling
3. Gabungan
novel dengan travelling
4. Komiks
5. Motivasi
Bagimana
cara mengikat dan menjaring ide untuk judul buku supaya laris manis bagaimana
ya? Saya sering ke toko buku gramedia
dan banyak buku yg laris dan ada juga buku yg diobral (tidak laris).
Untuk menjaring supaya buku laris
manis mestinya kita harus rajin membaca dan memperhatikan trend bacaan yang
disukai oleh pembaca atau pasar. Terutama isu-isu terkini yang ada atau
berkembang dalam masyarakat.
Buku
yang diobral :
1.
Terbitan lama
2.
Tidak laku-laku
3.
Isunya sudah lama
Memang untuk menulis dan
diterbitkan oleh penerbit nasional seperti Gramedia memerlukan kejelian kita
dalam mengamati pasar dan kepekaan kita terhadap isu-isu yang berkembang di
masyarakat. Sehingga selain menulis kita dapat juga memasukkan pesan-pesan edukasi
dan pesan moral kepada generasi muda. Walaupun mungkin hal ini merupakan
sesuatu yang luar biasa dan penuh tantangan bagi seorang penulis pemula, tetapi
tidak ada salahnya kita mencoba menulis dan menawarkan tulisan kita pada
penerbit nasional agar kita bisa “Ngebrand “ di seluruh wilayah
nusantara tercinta ini.
Agus Purwadi
SMP N 4 Ponjong
Comments
Post a Comment