Teh Manis dan Sambal Koset
Teh
Panas dan Sambel Koset
Pelaksanaan
OSN tingkat kabupaten dilaksanakan di salah satu sekolah favorit yang terletak
di tengah-tengah kota. Saya ditugaskan untuk mengantar peserta OSN ke sekolah itu. Setelah sampai disana kami
melihat denah lokasi OSN yang terpampang di dekat pintu masuk. Acara dimulai
pukul 07.30 yang diawali dengan upacara pembukaan yang dihadiri oleh Kepala
Dinas Pendidikan. Setelah selesai saya mengantarkan siswa ke ruang masing-masing. Siswa mulai
mengerjakan pukul 08.15 WIB sampai 10.15 WIB.
Waktu
2 jam bukanlah sebentar bagi para pengantar dan penunggu, beberapa teman ada
mengajak ke warung sekedar cari minum sambil menunggu siswa selesai
mengerjakan. Akhirnya kami memutuskan warung yang agak jauh dari tempat OSN. Warung
itu menyediakan makanan komplit, tapi yang menjadi andalannya adalah teh
panasnya dengan gorengan ditambah sambal kosetnya. Teh panas disajikan dengan cangkir kecil
dengan gula batu menjadi khas minuman di daerah kami. Gorengan bermacam-macam
ada tempe, tahu dan yang khas adalah pisang tanduk yang dipotong panjang dan
digoreng dengan bumbu garam dan bawang putih. Sambalnya sederhana hanya cabe,
bawang putih dan garam.
Cara
makannya, gorengan yang masih hangat baik mendoan, tahu brontak maupun pisang
goreng tadi dicocolkan pada sambal tetapi agak ditarik (koset). Rasa
pedas sambal koset menhentak di mulut, tapi kemudian disusul teh manis panas
menjadikan mulut dan hidung meleleh. Keringatpun ikut berpacu dengan panas teh
dan pedasnya sambal koset. Peluh mengalir deras di seluruh wajah dan kepala
ditambah suhu udara yang cukup hangat siang itu. Tetapi kami merasa puas,
meskipun agak jauh kami berjalan tapi terbayar lunas pengorbanan kami.
Setelah
puas menikmati teh panas, gorengan dan sambal koset, kami segera kembali ke
tempat OSN. Lima belas menit kemudian, siswa selesai mengerjakan dan mereka
dapat jatah snack dan makan siang. Kami segera pulang tanpa menunggu hasilnya,
karena akan diumumkan lewat MKKS. Sepanjang jalan pulang rasa teh panas dan
pedasnya sambat koset masih terasa dilidah. Tidak ada salahnya jika lain waktu
dicoba lagi.
Agus
Purwadi
SMP
N 4 Ponjong

Comments
Post a Comment