Kucing II
Kucing
II
Seekor kucing manis berwarna
kembang telon (kuning, putih dan hitam) selalu menemani ketika aku sedang di
rumah. Ketika aku sedang santai di ruang tamu, pasti mendekatiku sambil
mengeong manja dan menempelkan badannya di kakiku. Dan saat aku rebahan di atas
karpetpun dia ikut tiduran di atas badanku. Lucu dan menggemaskan tingkah
lakunya, sesekali dia menggigit pelan ujung jemariku dan berlari menjauh dan
bersembunyi di balik tirai jendelaku, kemudian datang lagi. Sungguh
menyenangkan bermain dengannya.
Waktu itu, sepulang sekolah di
dekat batas desa tanpa sengaja aku dengar suara mengeong lirih dan serak.
Kemudian aku parkirkan motorku di tepi jalan. Ku cari sumber suara itu diantara
semak-semak belukar. Ku panggil pelan, “ Pusss”, tak berapa lama aku
temukan seekor kucing kecil kurus dan berwarna kembang telon berjalan
sempoyongan mendekatiku. Kasihan sekali dia, “ Siapa yang tega membuang
kucing ini,” gerutuku. “Atau dia bermain sendiri keluar dan tidak tahu
jalan pulang,” pikirku. Tanpa pikir panjang aku ambil kucing kecil itu dan
aku bawa pulang. Sampai di rumah ku bersihkan tubuhnya dan segera ku beri
makanan. Dengan lahapnya dia menghabiskan makanan yang kuberikan, pasti sudah
beberapa hari tidak makan. Setelah kenyang, dia tertidur pulas di atas kursi
tamu di rumahku. Sore harinya kubuatkan dia tempat tidur khusus yang terbuat
dari papan dan di dalamnya aku berikan pakaian bekas anaku yang sudah tak
terpakai untuk menghangatkan tubuh mungilnya.
Sekarang si mungil itu sudah tumbuh
dengan normal di rumahku. Terlihat lebih sehat dan cantik, karena ternyata dia
berkelamin betina. Aku tidak tahu apa yang aku lakukan waktu itu benar atau
salah, yang aku pikirkan hanya bagaimana aku bisa menyelamatkan kucing itu. Aku
berniat mememeliharanya sampai dia tumbuh dewasa. Tetapi jika suatu hari nanti
ada pemiliknya mencari kucingnya yang hilang waktu itu dan mengambilnya dariku,
pasti akan aku berikan dengan senang hati kepadanya. Aku akan merasa senang
karena telah menolongnya, meskipun belum seberapa.
Agus
Purwadi
SMP
N 4 Ponjong
Comments
Post a Comment